INOVASI METODE LIFTING BENTANG UTAMA JEMBATAN SEI WAMPU DI SUMATERA UTARA
DOI:
https://doi.org/10.17977/um071v26i22021p33-46Keywords:
jembatan pelengkung, lifting, heavy crane, pancang bajaAbstract
Jembatan merupakan bagian integral dari Infrastruktur jalan yang dibangun untuk menunjang konektivitas dan mobilitas masyarakat Indonesia dalam kegiatan ekonomi. Untuk menjamin konstruksi jembatan terbangun dengan aman dan sesuai desain, diperlukan pemilihan metode konstruksi yang tepat, terutama untuk pelengkung baja sepanjang 140 m yang merupakan bentang utama Jembatan Sei Wampu. Jembatan Sei Wampu merupakan jembatan yang terletak pada ruas jalan nasional dan menghubungkan daerah Stabat dengan Tanjung Pura di Provinsi Sumatera Utara. Paket pembangunan Jembatan Sei Wampu mengalami putus kontrak pada tahun 2019 dimana sistem lantai bentang utama jembatan berupa stringer dan cross girder telah terpasang di tengah sungai menggunakan sistem shoring. Maka dari itu, menindaklanjuti rencana tender lanjutan, dibutuhkan inovasi metode lifting elemen pelengkung dan hanger untuk menyelesaikan pekerjaan pemasangan bentang utama. Dengan menggunakan pendekatan studi literatur dan tinjauan lapangan, metode lifting ditentukan menggunakan tower backstay dan lifting segmen menggunakan heavy crane pada platform beton sementara di kedua sisi abutmen. Dari hasil analisis pengecekan radius dan load chart crane untuk segmen terberat Top Chord (TC), heavy crane 450 ton dipilih untuk melakukan lifting 6 segmen di arah Stabat dan heavy crane 450 ton + superlift 180 ton untuk lifting 9 segmen arah Tj. Pura dengan pondasi platform tiang pancang baja ø 60 cm berjumlah 9. Dengan telah ditentukannya metode lifting, tender paket pembangunan Jembatan Sei Wampu pun dapat dilakukan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Andrew Nugraha Standyarto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





