OPTIMALISASI KONSTRUKSI MELALUI HOLLOW CORE SLAB: TINJAUAN KOMPARATIF WAKTU, BIAYA, DAN WASTE MATERIAL DI PROYEK TOWER 3 ITS

Authors

  • Naura Firdausi Sepuluh Nopember Institute of Technology
  • Nafis Fajar Yuditya
  • Afif Navir Refani
  • Ragil Purnamasari
  • Akhmad Yusuf Zuhdy

DOI:

https://doi.org/10.17977/um071v30i22025p121-128

Keywords:

Hollow Core Slab, Metode Konvensional, Waste Material

Abstract

Permasalahan kualitas beton menjadi tantangan utama dalam pembangunan Tower 3 ITS, di mana metode konvensional sering menghasilkan beton keropos dan tulangan yang terekspos. Peristiwa tersebut tidak hanya menurunkan mutu struktur, tetapi juga berpotensi menyebabkan pembengkakan biaya dan keterlambatan proyek akibat pekerjaan perbaikan. Sebagai solusi, penelitian ini mengkaji Hollow Core Slab (HCS) sebagai alternatif pelat konvensional. HCS dipilih karena dianggap lebih unggul dalam hal mutu, kecepatan pemasangan, serta efisiensi tenaga kerja dan material. Selain itu, penggunaan HCS diharapkan dapat mengurangi limbah material konstruksi di lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif, di mana data primer dan sekunder dikumpulkan untuk menghitung volume pekerjaan, waktu pelaksanaan, biaya, dan limbah material dari kedua metode. Data kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak penjadwalan proyek dan analisis produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan metode HCS mempercepat waktu pengerjaan proyek menjadi 307 hari, 2,56% lebih cepat dibanding metode konvensional yang membutuhkan 315 hari. Pada segi biaya, HCS membutuhkan Rp 22.960.906.082,31, sekitar 2,89% lebih tinggi daripada metode konvensional yang biayanya Rp 22.298.445.817,84. Namun, penghematan paling signifikan terlihat pada pengurangan limbah material. HCS secara drastis mengurangi limbah pembesian sebesar 88,67%, limbah bekisting sebesar 83,7%, dan limbah pengecoran sebesar 93,91% dibandingkan metode konvensional. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun membutuhkan biaya awal yang sedikit lebih besar, penggunaan Hollow Core Slab menawarkan efisiensi waktu dan pengurangan limbah material yang signifikan, menjadikannya pilihan yang layak untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan proyek konstruksi.

References

Abed, M.H. et al. (2024) “Improving building energy efficiency through ventilated hollow core slab systems,” Case Studies in Thermal Engineering, 60(May), p. 104793. Available at: https://doi.org/10.1016/j.csite.2024.104793.

Alvandi, B., Rosyati, R. and Abdu, M. (2021) “Analisis Perbandingan Biaya Pelaksanaan Pekerjaan Balok Metode Konvensional Dan Precast Pada Proyek Aspena Residence Batuceper,” Structure, 3(1), p. 96. Available at: https://doi.org/10.31000/civil.v3i1.7156.

Andaru, R.G. (2018) “Analisis Perbandingan Waktu dan Biaya Sistem Pelat Konvensional dan Hollow Core Slab pada Gedung RSGM Nala Husada.”

Astuti, Y.L.W. and Saptadi, S. (2019) “Usulan Rekomendasi Perbaikan pada Proses Pengecoran (Concrete Filling) dan Pengeluaran Produk Beton (De-Moulding) Berdasarkan Analisa Keandalan Manusia Menggunakan Metode Human Error Asessment And Reduction Technique (HEART) di PT Wijaya Karya Beton Tbk, ,” Industrial Engineering Online Journal, 8(3), pp. 1–8. Available at: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/ieoj/article/view/24294.

irdaus, F., Sangadji, S. and Hartono, W. (2017) “Analisis Perbandingan Efisiensi Penggunaan Hollow Core Slab ( HCS ) Dibandingkan Dengan Pelat Konvensonal In Situ Pada Proyek Pembangunan Gudang Ciwastra Bandung,” Jurnal Teknik Sipil, i, pp. 1–10. Available at: https://103.23.224.239/matriks/article/view/36920.

Kementerian PUPR (2023) “Peraturan Menteri PUPR Nomor: 8 Tahun 2023,” Kementrian PUPR, (683), pp. 1–18.

Okta Dwiyanti Ridwan Gucci, D. and Adi Sukma Nalendra, M. (2022) “Identifikasi Human Error Pada Proyek Konstruksi dan Perancangan Layout menggunakan Sign System Visual,” Jurnal Teknik Industri, 8(1), p. 2022.

Propika, J. et al. (2023) “Komparasi Sistem Pelat Konvensional dan Sistem Pelat Precast Hollow Core Slab pada Struktur Gedung,” Jurnal Teknologi dan Manajemen, 4(2), pp. 111–118. Available at: https://doi.org/10.31284/j.jtm.2023.v4i2.4491.

Puspitasari, F.A.H.I.N.D.P.P.N.D. (2024) “View of Analysis of the Application of Hollow Core Slab to Cost and Time Efficiency in High Rise Building Construction Project.pdf,” Jurnal Teknik Sipil, 2(1), pp. 1–16.

Rani, H.A. and Fuadi, Z. (2016) “Efisiensi dan Efektivitas Pelaksanaan Struktur Kolom Antara Metode Precast dengan Konvensional,” Jurnal Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala, 5(3), pp. 269–278.

Shefina, T.S. (2022) “Analisis Biaya dan Waktu Pelaksanaan Metode Alternatif Hollow Core Slab pada Gedung Apartemen Surabaya,” Jurnal Teknik ITS [Preprint].

Widanti, P.A., Wijayaningtyas, M. and Indra, S. (2020) “Penerapan Alternatif Metode Hollow Core Slab Pada Pembangunan Gedung Malang Creative Center,” Student Journal GELAGAR, X(X), pp. 1–5.

Xu, X. et al. (2014) “Research and application of active hollow core slabs in building systems for utilizing low energy sources,” Applied Energy, 116, pp. 424–435. Available at: https://doi.org/10.1016/j.apenergy.2013.09.064.

Yunita, D.D., Raka, I.G.P. and Faimun, F. (2019) “Modifikasi Perencanaan Struktur Gedung Isabella Tower Bekasi Menggunakan Elemen Pracetak dan Hollow Core Slab dengan Sistem Ganda,” Jurnal Teknik ITS, 8(2). Available at: https://doi.org/10.12962/j23373539.v8i2.45902.

Downloads

Published

2025-10-13 — Updated on 2025-10-13

Versions

Issue

Section

Articles