EVALUASI KINERJA PEMELIHARAAN JALAN KEBUPATEN MENGGUNAKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS
DOI:
https://doi.org/10.17977/um071v28i12023p45-52Keywords:
kinerja pemeliharaan jalan, jalan Kabupaten, important performance analysisAbstract
Tingkat kerusakan jalan Kabupaten adalah tertinggi diantara jalan Kota, jalan Provinsi, dan jalan Nasional. Variabel-variabel apa yang menyebabkan kondisi tersebut perlu diketahui, sehingga dapat diidentifikasi langkah-langkah penyelesaiannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kinerja pemeliharaan jalan Kabupaten dengan metode importance performance analysis (IPA). Metode IPA dilakukan dengan pengumpulan data secara kuesioner terhadap responden. Respondennya adalah stakeholder pada pemegang otoritas pemeliharaan jalan di lima Kabupaten yang tersebar di Jawa Timur dan Jawa Barat. Pendekatan item yang dipakai adalah perspektif balance scorecard. Terdapat empat perspektif yaitu perpektif stakeholder, perspektif keuangan, perspektif bisnis internal dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Dengan metode IPA dapat diukur tingkat kepentingan, tingkat kinerja dan kesesuaian dintara keduanya. Selanjutnya dilakukan perhitungan gap analysis untuk mengetahui tingkat kinerjanya. Item dengan tingkat kinerja rendah dapat dipergunakan sebagai pijakan pembenahan menejemen pemeliharaan jalan ke depan sedangkan item dengan kinerja tinggi dapat dipertahannya atau ditingkatkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perspektif stakeholder mempunyai tingkat kesesuaian sebesar 86,45%, tingkat kesesuaian tertinggi terdapat pada atribut pentingnya program pemeliharaan sebagai program unggulan. Ditinjau dari perspektif keuangan, tingkat kesesuaiannnya adalah sebesar 71,99% dengant ingat kesesuaian terendah adalah atribut kecukupan dana untuk pemeliharaan secara menyeluruh. Tingkat kesesuaian perspektif bisnis internal sebesar 79,15%, dengan tingkat kesesuaian tertinggi pada atribut kemampuan manager proyek dalam mengendalikan pelaksanaan pekerjaan. Sedangkan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran mempunyai tingkat kesesuaian sebesar 74,61%, dengan tingkat kesesuaian terendah pada atribut perencanaan pelatihan pegawai.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Henri Siswanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





